Friday, 4 August 2017

Bekam Panggilan Bandung

Metode Pengobatan Nabi Dengan Bekam


Kami Melayani Bekam Panggilan, Ruqyah Syar'iyyah dan Pijat Panggilan Untuk Wilayah Bandung Dan Sekitarnya Hubungi :
O85295O35OOO ( Telp. / SMS / WA ).

Dalam shohih Albukhariy diriwayatkan dari said bin Jubair dari Ibnu Abbas, dari Nabi Sallallahu alaihi wasallam bersabda : Kesembuhan diperoleh dengan tiga cara u : dengan meminum madu, dengan pembekaman, dengan besi panas, dan aku melarang umatku dengan besi panas.

Abu Abdillah Al-Mazari rahimahumullah menandaskan, penyakit karena penyumbatan ada tiga jenis : Jenis yang menyerang darah, jenis kuning, jenis yang menyerang tenggorokan dan jenis hitam. Jenis yang menyerang darah caranya adalah dengan mengeluarkan darah yang tersumbat. bila termasuk ketiga jenis lainnya caranya adalah dengan mengonsumsi obat pencahar yang berkhasiat. untuk mengatasi setiap sumbatan yang komplikasi sekalipun. Dengan menyebut madu, seolah-olah nabi hendak mengisyaratkannya sebagai obat pencahar. Sementara bekam sebagai proses mengeluarkan darah kotor. Sebagian kalangan ulama menyebutkan bahwa proses pengeluaran darah kotor termasuk dalam sabda beliau "Pembekaman". Kalau semua cara tersebut tidak menemui hasil, maka metode pamungkasnya adalah kayy (Pengobatan dengan besi panas). Nabi menyebut Kayy sebagai metode pengobatan, karena pengobatan itu digunakan ketika kuatnya penyakit mengalahkan kekuatan obat-obat tersebut, sehingga obat yang diminum tidak lagi bermanfaat.

Sementara arti sabda nabi SAW aku melarang umatku (menggunakan) Pengobatan dengan besi panas, dan dalam hadits lain, aku tidak suka melakukan pengobatan dengan besi panas. merupakan suatu isyarat bahwa pengobatan besi panas hanya menjadi cara terakhir saja. yakni bila sudah terpaksa sekali. Pengobatan dengan besi panas tidak boleh tergesa-gesadilakukan karena penyakit yang akan diatasi dengan besi panas terkadang justru lebih ringan rasa sakitnya dibandingkan dengan sakit karena besi panas itu sendiri. Sebagian kalangan medis menandaskan, Sementara berbagai penyakit metabolisme terkadang terjadi karena adanya suatu unsur materi yang mengganggu atau non materi. unsur materi yang mengganggu sendiri terkadang bersifat panas, dingin, lembab atau kering atau bisa juga kombinasi dari beberapa sifat tersebut. diantara empat sifat tersebut ada dua sifat yang akatif, yakni panas dan dingin. Oleh sebab itu ucapan nabi secara langsung menyentuh metode terapi terhadap penyakit yang diakibatkan suhu dingin dan panas. sebagai contoh saja. Kalau Penyakitnya Panas kita atasi dengan cara mengeluarkan darah, dengaKn pembekaman misalnya dan sejenisnya. Karena cara itu dapat mengeluarkan unsur buruk dari dalam tubuh serta mendinginkan metabolisme. Namun kalau Penyakitnya dingin, bisa kita atasi dengan pemanasan. cara itu bisa dilakukan dengan meminum madu. Kalau disamping itu juga perrlu mengeluarkan zat dingin dari tubuh, madu juga bermanfaat untuk itu karena madu mengandung zat pemasak dan perecah, pelembut, pencahar dan pelunak. dengan semua zat itu. seluruh zat dingin berbahaya bisa dikeluarkan dengan cara mudah dan aman dari berbagai bentuk obat pencahar berat.

Adapun kay, karena setiap penyakit fisik terkadang bersifat tajam dan terkadang mudah berkembang menjadi dingin atau panas, maka kayy pada dasarnya tidak dibutuhkan.
Namun kalau penyakit itu sudah menahun, maka pengobatan terbaik setelah mengeluarkan unsur berbahaya dari tubuh adalah kay. Yakni meletakkan besi panas pada tubuh yang boleh
terkena kayy. Karena penyakit itu hanya bisa menahun karena unsur dingin yang kuat dan sudah mendekam lama dalam organ tubuh sehingga merusak metabolisme dan merubah substansinya
menjadi mirip dengan unsur dingindan akhirnya menjadi hiperaktif dalam organ bersangkutan. Unsur itu harus dikeluarkan dari dalam tubuh dengan kay
melenyapkan unsur api yang terdapat dalam tubuh melalui kay terhadap organ bersangkutan.

Dengan hadits ini kita mempelajari cara penyembuhan seluruh penyakit fisik. Kita juga dapat memetik pelajaran penyembuhan penyakit sederhana melalui sabda
beliau, "Sesungguhnya demam ini berasal dari uap jahannam, maka dinginkanlah dengan air."

Adapun bekam disebutkan dalam sunan ibnu majah dari hadits Jubarah bin Al-Mughalis, namun ia perawi yang dhaif, dari katsir bin salim diriwayatkan bahwa ia berkata:
Saya mendengar Anas Bin Malik berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda :

"Setiap kali aku melewati sekelompok orang pada malam Al-Isra, pasti mereka berkata, "Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk menggunakan bekam"

Sementara Imam Attirmizi meriwayatkan dalam jami'nya dari hadits Ibnu Abbas dengan makna senada bahwa beliau bersabda, Hendaknya kalian menggunakan bekam, Hai Muhammad.

Dalam Shahih Albukhary dan Muslim diriwayatkan dari Thawus, dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW pernah berbekam dan memberi upah kepada tukang bekamnya.
(Diriwayatkan Juga Oleh Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Dalam Shahih Albukhary dan Muslim diriwayatkan dari Humaid Ath-Thawil, dari Anas diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah dibekam oleh Abu Thayyibah, maka
Nabi memerintahkan agar ia diberi upah dua Sha' bahan makanan. Beliau menurunkan beban dharibah bagi orang tersebut, lalu beliau berkata kepada para sahabat,
Sebaik-baik cara pengobatan bagi kalian adalah bekam. (Dikeluarkan Oleh Ahmad dan An-Nasa'i.

Dalam Jami' At-Tirmidzi diriwayatkan dari Abbad bin Mansyur bahwa ia berkata : Saya pernah mendengar Ikrimah meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas memiliki 3 orang budak yang
pandai membekam. Dua diantaranya biasa mengambil upah dari beliau dan keluarganya ketika membekam. Sementara Seorang diantaranya biasa membantu beliau dan keluarga
beliau dengan kepandaian bekamnya. Ibnu Abbas pernah berkata : Nabi SAW bersabda, "Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al-Hajjam), Karena ia mengeluarkan
darah kotor, meringankan otot kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya. "Sesungguhnya Rasulullah SAW saat mi'raj, setiap kali melewati sekelompok
malaikat, setiap itu pula mereka berkata, Hendaknya engkau membiasakan diri melakukan bekam." Ibnu Abbas menambahkan, "Waktu terbaik melakukan bekam adalah
tanggal tujuh belas, sembilan belas dan dua puluh satu. Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya pengobatan paling baik bagi kalian adalah sa'uut, ladud, bekam dan
jalan kaki. Rasulullah SAW pernah melakukan ladud. Beliau pernah berkata, Siapa yang bisa melakukan ladud terhadapku? Mereka semua diam saja. Yang tinggal di
rumah ini hanyalah yang bisa melakukan ladud, yakni Al-Abbas." Hadits ini gharib. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Adapun manfaat bekam diantaranya adalah membersihkan permukaan tubuh secara lebih baik daripada cuci darah. Cuci darah mungkin lebih baik untuk membersihkan
bagian tubuh yang lebih dalam. Sementara bekam mengeluarkan darah kotor dari sekitar bawah kulit.

PenUlis tegaskan : Penjelasan tentang bekam dan juga cuci darah, bahwa kedua cara itu juga amat berbeda-beda aplikasinya pada setiap zaman dan tempat, lingkungan, heterogensi, negeri-negeri panas
dan musim-musim yang panas. Di lingkungan panas yang rata-rata darah orang-orangnya amat matang, bekam lebih baik dari cuci darah. Karena darah mereka matang,
lalu memancar dan mengalir ke bagian atas tubuh bagian dalamnya (bawah kulit), sehingga proses bekam dalam mengeluarkan darah kotor yang tidak bisa dikeluarkan
dengan cara cuci darah. Oleh sebab itu bekam lebih berkhasiat pada anak-anak kecil dibandingkan cuci darah, demikian juga bagi mereka yang tidak tahan menjalani cuci darah.

Kalangan medis juga menegaskan bahwa di negeri-negeri panas bekam lebih bermanfaat daripada cuci darah. Namun disarankan untuk melakukannya di pertengahan bulan
atau sesudah pertengahan bulan. Secara umum, pada tanggal seperempat akhir setiap bulannya, itulah yang terbaik. Karena pada awal bulan, darah belum bergejolak
dan belum meningkat. Namun pada akhir bulan, darah sudah menjadi tenang kembali. Dan di pertengahan bulan atau sesudahnya beberapa hari, darah berada di puncak frekuensinya.

Penulis Al-Qanun menegaskan, Rasulullah SAW memerintahkan kita menggunakan bekam bukan di awal Bulan, karena komposisi unsur-unsur darah belum bergejolak pada
saat itu, juga bukan pada akhir bulan, karena pergolakan darah sudah berhenti. Tetapi yang benar adalah dipertengahan bulan, ketika komposisi unsur-unsur darah
dan frekuensinya meningkat tajam karena cahaya pada peredaran bulan yang juga memuncak frekuensinya. Di riwayatkan dari nabi SAW bahwa beliau bersabda :
"Pengobatan yang paling baik bagi kalian adalah bekam dan cuci darah."

Bekam itu sendiri ada dua macam yaitu bekam kering dan bekam basah. Perbedaan bekam kering dan bekam basah adalah bahwa bekam basah disyaratkan harus melakukan
proses tambahan penghisapan darah sebelum diletakannya alat bekam pada organ yang sakit. Bekam kering hingga saat ini banyak digunakan untuk menghilangkan rasa
nyeri pada otot, terutama sekali otot punggung akibat rematik. Adapun bekam basah banyak digunakan pada kondisi tertentu seperti saat seseorang mengalami lemah jantung
(heart Collapse) yang diiringi pula dengan gangguan paru-paru. Bekam ini juga digunakan untuk mengobati hernia punggung dan penyakit dada.

Sementara cuci darah kini banyak digunakan ketika terjadi lemah jantung (heart collapse) berat ditandai dengan kedua bibir yang memucat dan sesak nafas. Cuci
darah itu dilakukan dengan menggunakan jarum suntik besar yang disuntikkan dibagian urat nadi lengan si sakit, lalu darahnya diambil sekitar 300 hingga 500 milimeter.
Operasi ringan ini ternyata menyelamatkan banyak nyawa orang yang terserang penyakit jantung terutama ketika sudah pada puncaknya.

Sabda Nabi, "Pengobatan yang terbaik bagi kalian adalah bekam," merupakan isyarat terhadap penduduk Hijaz dan negeri-negeri panas lainnya, karena darah mereka
encer, yakni bahwa bekam itu lebih cocok terhadap tubuh mereka sehingga mampu menarik keluar panas tubuh mereka dan berkumpul dibalik kulit. Juga karena pori-pori
tubuh mereka lebar dan stamina tubuh mereka bagus. Namun Cuci darah berbahaya buat mereka. Bekam dapat memecah saluran darah tetapi tetap sealur dan konsisten,
diiringi dengan terbukanya sumbatan pembuluh darah, terutama pembuluh yang tidak banyak mengeluarkan darah. Meskipun cuci darah pada masing-masing organ tubuh
tetap memberikan khasiat. Contohnya adalah cuci darah pada dada amat berguna mengobati lever dan limpa yang panas, demikian juga berbagai peradangan berdarah,
selain juga berguna mengobati radang paru-paru, juga bermanfaat untuk usus dan ginjal serta berbagai penyakit darah dari mulai lutut hingga panggul. Cuci darah
pada kelopak mata amat berguna mengobati berbagai penyakit tubuh yang berkaitan dengan darah, atau bila terjadi darah kotor pada tubuh. Sementara cuci darah
pada bagian punggung amatlah bermanfaat mengobati berbagai penyakit kepala, leher, kelebihan darah atau darah kotor. Sementara cuci darah pada pipi amat berguna
memperbaiki sakit limpa, asma, bronkus, dan penyakit kepala dan bagian-bagianya.

Sementara bekam dipundak amat berguna mengobati penyakit pundak dan leher. Bekam di pelipis amat berguna mengobati penyakit kepala dan bagian-bagiannya, seperti
wajah, gigi, telinga, mata, hidung dan kerongkongan, kalau terjadi karena kelebihan darah atau darah kotor atau karena kedua-duanya.

Anas bin Malik Menceritakan, :"Dahulu Rasulullah SAW" pernah berbekam pada bagian pundak dan dua pelipis beliau. Hadits Anas ini bukan terdapat pada Shahih Albukhari
dan Muslim. Namun dikeluarkan oleh Abu Daud, At-Tirmidzi (dinyatakan hasan oleh beliau) dan Ibnu Majah serta Ahmad dan Al-Hakim. Abu Daud menambahkan, beliau
melakukan bekam tiga kali di pelipis dan pundak." Sementara para perawi lain tidak menyebutkan jumlahnya.

Dalam Shahih Al-Bukhary dan Muslim juga diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak tiga kali: sekali pada pelipisnya dan dua kali pada
pundaknya.

Dalam Shahih Al-Bukhary dan Muslim disebutkan dari Anas bahwa Rasulullah SAw pernah melakukan bekam saat beliau sedang berihram pada bagian kepala karena penyakit
pusing yang di derita beliau.

Dalam Sunan Ibnu Majah diriwayatkan dari Ali bahwa Jibril pernah turun menemui Rasulullah SAW untuk mengajarkan bekam pada dua pelipis dan pundak beliau. dalam sanad hadits
ini terdapat Ashbugh bin Natabah, ia adalah perawi lemah.

Sementara dalam Sunan Abu Daud disebutkan dari hadits Jabir bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam pada pinggulnya karena penyakit pegal-pegal yang dideritanya.
(dikeluarkan juga oleh An-Nasa'i dan Ibnu Majah

Kalangan medis berbeda pendapat tentang pembekaman pada satu titik di tengkuk yang disebut Qamahduwah.

Abu Naim dalam bukunya Ath-Thibbun Nabawi menyebutkan sebuah hadits marfu', hendaknya kalian melakukan bekam di titik qamahduwah di bagian tengkuk, karena
itu dapat menyembuhkan lima macam penyakit. Ia menyebutkan, diantaranya adalah lepra."

Dalam hadits lain disebutkan "Hendaknya kalian melakukan bekam di titik qamahduwah dibagian tengkuk, karena itu dapat menyembuhkan tujuhpuluh dua macam penyakit

Sebagian Ahli medis menyebutkan bahwa bekam dititik itu cukup baik karena bisa mengatasi rabun dan benjolan yang timbul di mata serta berbagai penyakit mata
lainnya, juga berkhasiat mengatasi sakit pada belakang alis dan pelupuk mata.

Dikisahkan bahwa ahmad bin Hambal pernah bermaksud melakukan bekam. Beliau berbekam pada dua sisi tengkuknya, namun tidak menyentuh titik qamahduwah. Diantara
pakar medis yang tidak menyukainya adalah penulis Al-Qanun. Beliau menandaskan bekam pada titik itu dapat menimbulkan penyakit lupa, sebagaiman yang dinyatakan
jungjungan kita penghulu kita Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya bagian otak belakang adalah letak kemampuan menghafal. Bekam dapat melenyapkan kemampuan itu.

Namun Kalangan lain membantah bahwa hadits ini tidak shahih. Kalaupun hadits itu shahih, maka bekam hanya membahayakan bagian belakangkepala bila digunakan
tidak pada saat dibutuhkan. Namun kalau digunakan saat organ ini kelebihan darah, secara medis dan menurut ajaran Syariat itu amatlah bermanfaat. Diriwayatkan
dalam hadits shahih bahwa Rasulullah SAW sendiri pernah melakukan bekam pada beberapa titik di belakang kepalanya sesuai kebutuhan. Beliau juga melakukan bekam
dibagian tubuh lain sesuai kebutuhan.

Bekam dilokasi bawah dagu amat berguna mengatasi penyakit gigi, penyakit wajah dan tenggorokan, bahkan juga bisa membersihkan darah kepala dan telapak tangan,
bila memang dilakukan secara proporsional.

Bekam pada bagian telapak kaki bisa sama fungsinya dengan cuci darah pada urat shaafin, yakni urat besar dibagian mata kaki, bisa mengatasi penyakit koreng
dipaha dan betis, dan penyakit gatal-gatal pada biji kemaluan.

Sementara bekam pada lokasi bawah dada juga berguna mengatasi bisul dipaha bahkan juga penyakit kudis dan jerawat, penyakit ambien, bawasir, penyakit gajah, dan
gatal punggung. (dikutif dari buku karangan Ibnu Qayyim Al-jauziyyah).


Hadits-Hadits ini amat relevan dengan konsensus para ahli medis yang menyatakan bahwa proses pembeekaman pada paruh kedua dan hari-hari berikutnya dari
kwartal ketiga setiap bulannya lebih baik daripada yang dilakukan pada awal atau akhir bulan.

Al-khallal menandaskan : Ishmah bin Isham menceritakan : Hambal telah menceritakan sebuah riwayat kepada kami, ia berkata : Abu Abdillah, Ahmad bin Hambal biasa
melakukan bekam kapan pun terjadi ketidakstabilan pada aliran darahnya. Beliau melakukannya juga pada saat kapan pun bila dibutuhkan.

Penulis Al-Qonun menjelaskan, "Waktu Pembekaman yang baik dilakukan pada siang hari yakni jam dua hingga jam tiga. dan ditentukan waktunya seusai mandi, kecuali
bagi orang yang berdarah beku, ia harus mandi air hangat terlebih dahulu, hingga tubuhnya menghangat, baru dilakukan pembekaman.

Kami tidak menyukai pembekaman pada saat perut kenyang. Karena itu bisa mengakibatkan timbulnya penyumbatan darah atau berbagai penyakit parah lainnya, terutama
bila makanan yang disantap terlalu berat dan tidak sehat.

Dalam sebuah atsar disebutkan :

"Pembekaman yang dilakukan pada saat haus, bisa membantu proses penyembuhan, sementara bila dilakukan saat kenyang, bisa menimbulkan penyakit. Bila dilakukan
pada tanggal 17, itu juga membantu penyembuhan."

Pemilihan waktu-waktu tersebut untuk melakukan pembekaman hanyalah dilakukan sebagai tindakan preventiv dan berjaga-jaga saja, demi menjaga kesehatan dan
menghindarkan bahaya. Adapun dalam soal terapi, kapan saja dibutuhkan pembekaman bisa saja dilakukan.

Arti Ucapan dalam riwayat diatas "jangan sampai menimbulkan ketidakstabilan darah, karena itu bisa mematikan" merupakan indikasi kearah tindakan preventiv
tersebut. Yakni ungkapan agar darah itu tidak bergejolak. Arti darah yang tidak stabil yakni aliran darah yang bergejolak. Namun sebagaimana diriwayatkan
imam ahmad justru melakukan pembekaman setiap bulannya bila darahnya mengalami pergolakan.

Sementara hari yang dipilih dalam satu minggu disebutkan oleh Al-Khallal dalam al jami, "Harb bin Ismail menceritakan sebuah riwayat kepada kami. Ia berkata :
Aku pernah Bertanya kepada Imam Ahmad "apakah ada hari dimana bekam tidak disukai (makruh) dilakukan? Ada Riwayat mengenai haL Itu, yakni pada hari Rabu dan
Sabtu. "Riwayat yang sama disebutkan dari Alhusen bin Hissan bahwa ia Pernah bertanya kepada Abu Abdillah Tentang Bekam, "Kapan bekam tidak disukai? Beliau menjawab
hari Rabu dan Sabtu ada juga yang mengatakan hari Jum'at

Al-Khallal meriwayatkan dari abu salamahdan abu said Al-Maqburi, dari Abu Hurairah secara marfu :

"Barang siapa yang melakukan bekam pada hari Rabu atau Hari Sabtu, lalu ia terserang penyakit panu atau kusta, hendaknya ia menyalahkan dirinya sendiri."

Al-Khallal juga meriwayatkan : Muhammad bin Ali bin Jafar mengabarkan bahwa Ya'qub bin Bakhtaan menceritakan sebuah riwayat kepada mereka. ia berkata : Imam
Ahmad pernah ditanya tentang berkapur dan berbekam pada hari Sabtu dan Rabu. Imam Ahmad menganggapnya makruh. Beliau Berkata "Aku pernah mendengar seseorang
melakukan bekam dan sejenisnya pada hari rabu lalu ia terserang kusta. Aku bertanya kepada beliau "apakah karena ia meremehkan hadits tersebut. Beliau menjawab "Ya."

Dalam kitab Alafrad diriwayatkan oleh Ad-Daruqutni dari Hadits Nafi bahwa ia menceritakan : Abdullah bin Umar pernah bercerita kepadaku, "Darahku bergejolak, tolong panggilkan
seorang tukang bekam. Tetapi jangan anak kecil atau orang yang sudah tua renta. Karena aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :

"Bekam Itu bisa menambah daya tahan tubuh, bisa menambah kemampuan berfikir. Lakukanlah bekam bekam dengan menyebut nama Allah. Namun jangan kalian lakukan pada hari kamis, Jum'at,
Sabtu dan Ahad. Lakukanlah pada hari Senin. Lepra dan kusta hanya turun pada hari rabu (HR. Ibnu Majah)

Ad-Daruqutni berkata : Ziyad bin Yahya menyendiri dalam meriwayatkan Hadits Tersebut, dan Ayyub telah meriwayatkannya dari Nafi, dalam riwayat ini beliau bersabda,
"Berbekamlah kalian pada hari Senin dan Selasa dan janganlah kalian berbekam pada hari rabu.

Sementara Abu Daud juga meriwayatkan dalam Sunannya dari hadits Abu bakrah bahwa beliau tidak suka melakukan bekam pada hari selasa. Beliau mengatakan "Rasulullah pernah bersabda :
Hari Selasa adalah hari berdarah. Ada satu waktu dihari itu dimana darah tidak bisa berhenti mengalir.

Semua hadits terdahulu mengandung anjuran untuk berobat dan anjuran untuk melakukan bekam. Namun semua itu dilakukan pada saat dibutuhkan saja. Orang yang sedang
berihram juga boleh melakukan bekam. Kalau pembekaman itu mengharuskan sebagian rambut dicukur, juga tidak apa-apa. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa
bila sampai mencukur sebagian rambut harus membayar fidyah, itu perlu ditinjau kembali. Tidak tepat bila dikatakan wajib membayar fidyah bila orang berpuasa melakukan
bekam. Karena dalam Shahih Albukhary disebutkan bahwa Rasulullah SAW juga pernah melakukan bekam pada saat puasa. namaun apakah dengan demikian puasanya batal
atau tidak? Itu masalah lain. Yang benar bahwa puasanya tetap batal karena bekam. Disitu Ada Riwayat Shaih dari Rasulullah dan tidak ada dalil yang membantahnya.
dan hadits paling shahih yang membantahnya adalah hadits hijamah beliau ketika beliau sedang berpuasa.

Namun itu tidak menunjukkan bahwa puasa beliau tidak batal, kecuali bila memenuhi keempat hal: Pertama, bahwa puasa yang beliau lakukan adalah puasa wajib.
kedua, beliau dalam keadaan mukim. Ketiga Saat Beliau tidak dalam keadaan sakit yang membutuhkan bekam. Keempat bahwa riwayat ini terjadi setelah riwayat, "Orang
yang membekam dan dibekam sam-sama batal puasanya. Kalau keempat hal ini terpenuhi, perbuatan Rasulullah ini bisa dijadikan dalil bahwa puasa itu tidak batal
karena bekam. Kalau tidak terpenuhi bisa saja puasa yang beliau lakukan adalah puasa sunnah sehingga bisa dibatalkan karena bekam dan sejenisnya. Atau bisa juga
pada bulan ramadhan tetapi saat bepergian. Atau bisa juga pada bulan ramadhan saat beliau mukim tetapi belia melakukan bekam itu dalam keadaan terpaksa seperti sakit yang mengharuskan
beliau berbuka. Atau bisa juga dilakukan di bulan ramadhan dan tanpa kebutuhan mendesak, namun hukum bekam disini dijadikan sebagai hukum asal.

Lalu Sabda Nabi SAW  "Orang yang membekam dan dibekam sama-sama batal puasanya." adalah hukum yang datang belakangan. Sehingga akhirnya itulah yang dijadikan
standar hukumnya. Namun sayang keempat hal tersebut tidak terjadi satupun apalagi keempat-empatnya.

Hadits tersebut juga mengandung konsekuensi dibolehkannya membayar upah dokter dan tenaga medis lainnya tanpa terlbih dahulu melakukan transaksi pengupahan.
Bisa diberikan upah selayaknya sesuai dengan kapasitasnya, atau dengan harga yang disepakatinya.

Hadits ini juga mengandung hukum dibolehkannya bekerja dengan profesi sebagai tukang bekam. Meskipun orang yang merdeka tidak layak mengambil upah dari pekerjaan itu,
tetapi hukumnya tidak haram. Karena Nabi memberikan upah kepada tukang bekam dan tidak melarang tukang bekam itu mengambil upah tersebut. Kalau dikatakan bahwa
upah itu adalah uang kotor tak ubahnya dengan sabda beliau yang menyatakan bahwa bawang merah dan bawang putih sebagai barang kotor. Namun keduanya tidak menjadi
haram karena sabda tersebut.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa seorang tuan boleh mengambil bayaran dari budaknya atas sesuatu yang ditentukan setiap hari dengan kemampuannya. Dan bagi budak
tersebut berhak menggunakan kelebihan dari yang ia bayarkan tersebut, seandainya ia dilarang menggunakannya. Berarti seluruh penghasilannya menjadi milik tuannya.
sehingga penentuan itu tidak ada gunanya. Padahal apa yang melebihi upahnya secara otomatis menjadi miliknya, yang dapat ia gunakan sekehendak hatinya. Wallaahu 'alam.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke blog kami